Ada kesalahan di dalam gadget ini

Absen Negara Masuk

free counters

Total Tayangan Laman

Jumat, 25 Mei 2012

Apa Itu Shutter Speed,Aperture / Diafragma pada kamera

Shutter speed adalah pengaturan pada kamera yang mengontrol lamanya waktu shutter terbuka, sehingga memungkinkan cahaya masuk melalui lensa ke sensor di dalam kamera. Shutter speed diukur dalam detik – atau dalam fraksi yang sangat kecil dari satu detik. Semakin besar penyebut, maka shutter speed mempunyai kecepatan yang lebih cepat (1/1000 jauh lebih cepat dari 1/30).
Pada kondisi yang sangat cerah ketika ada banyak cahaya, jika shutter terbuka terlalu lama kemudian maka akan terlalu banyak cahaya yang sampai ke sensor. Ketika ini terjadi, gambar yang dihasilkan sangat pucat atau hampir semuanya putih. Ini dikenal sebagai Over Exposed.
Shutter speed yang tersedia pada kamera biasanya merupakan kelipatan, antara lain: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, dll. Beberapa kamera juga memberikan pilihan untuk shutter speed yang sangat lambat, yaitu dalam ukuran detik (misalnya 1 detik, 10 detik, 30 detik, dll). Pengaturan ini dapat digunakan dalam situasi cahaya yang sangat gelap. Beberapa kamera juga mempunyai mode ‘B’ (atau ‘Bulb’). Mode Bulb memungkinkan kita untuk membuka shutter selama kita terus menekan tombol shutter. Sebaliknya, juga ada mode ‘T’ (atau ‘Time’). Dengan mode Time, shutter speed akan tetap terbuka sampai kita menekan tombol shutter lagi.
Contoh sederhana, untuk mendapatkan foto yang terekspos dengan sempurna pada kondisi yang cerah, dengan mengabaikan semua pengaturan kamera lainnya, kita perlu untuk membuka shutter selama setengah detik. Setengah detik ini memungkinkan jumlah cahaya yang tepat masuk melalui sensor untuk mendapatkan gambar yang terekspos sempurna.
Sedangkan pada kondisi gelap, saat tidak banyak terdapat cahaya. Jika kita mengambil gambar dan pengaturan shutter speed masih sama seperti pengaturan pada kondisi terang, maka gambar yang yang dihasilkan akan sangat gelap, atau disebut dengan Under Exposed. Hal ini karena tidak ada cukup cahaya yang masuk melalui sensor kamera dalam setengah detik. Jadi sebagai kompensasi terhadap tingkat cahaya yang lebih rendah, kita perlu untuk membuka shutter lebih lama.
Semakin lama shutter terbuka, semakin berpotensi menghasilkan gambar yang kabur (blur). Sedikit saja gerakan (shake) saat shutter terbuka akan menghasilkan efek blur. Kadang-kadang ini bisa menjadi efek yang diinginkan, tetapi sebagian besar kita menginginkan gambar yang tajam. Menggunakan tripod, atau meletakkan kamera pada benda yang stabil dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadi blur.
Kebanyakan kamera digital memiliki pengaturan otomatis di mana kamera dapat memutuskan apa pengaturan yang terbaik, sehingga kita hanya perli mengarahkan ke arah yang benar dan menekan tombol shutter. Ini mungkin yang sangat gampang, tapi dengan begitu kita tidak bisa bereksperimen dengan pengaturan manual untuk memahami efek apa yang akan muncul. Setelah memahami pengaturan shutter speed dan efek apa yang bisa dihasilkan, kita akan bisa menghasilkan foto yang jauh lebih kreatif.

Fotografi Pengertian Aperture / Diafragma pada kamera


Fungsi utama sebuah lensa kamera untuk mengumpulkan cahaya. Aperture dari sebuah lensa adalah diameter bukaan lensa dan biasanya dikontrol oleh iris. Semakin besar diameter aperture, semakin banyak cahaya yang masuk kedalam lensa. Sama dengan mata kita, bila kita menyipitkan mata kita, otomatis keadaan sekitar akan menjadi gelap. Pada saat kita melihat matahari yang sangat terang, kita pasti menyipitkan mata kita, begitu juga dengan kamera.
 

Fungsi aperture pada umumnya:
1. Untuk mencegah over exposure pada saat memotret benda dekat (macro) 
Pada saat kita memotret benda dekat (macro), flash dinyalakan, bila aperture dibuka lebar-lebar [f2.8] maka akan terjadi over-eksposure atau keputihan. Walaupun exposure time / pengumpulan cahaya diatur ke 1/1000 atau berapapun, tidak akan pengaruh karena flash hanya nyala sekejap dan itu sangat terang. Lalu jalan keluarnya adalah dengan agak menutup aperture agar tidak terlalu banyak cahaya yang masuk ke lensa.

2. Untuk mencegah over exposure pada saat keadaan cahaya yang sangat terang (outdoor)
Pada saat outdoor, dengan kamera yang hanya memiliki kemampuan exposure time minimal 1/1000 detik. Pada saat kita arahkan ke matahari, maka akan terjadi over-exposure jika tidak dibantu oleh aperture. Karena batas minimal exposure time pada kamera hanya sampai dengan 1/1000 detik.

3. Aperture maksimum besar adalah hal yang baik. Hal ini memungkinkan lebih banyak cahaya untuk mencapai sensor gambar, sehingga memungkinkan anda untuk menggunakan kecepatan rana yang lebih cepat. Kecepatan rana yang lebih cepat tidak akan menimbulkan efek goyangan kamera dan menghasilkan gambar yang tidak kabur. Keuntungan lain dari aperture maksimum yang besar adalah untuk memberikan pandangan / DOF (depth-of-field) yang dekat. Hal ini memungkinkan untuk mengaburkan latar belakang baik dengan demikian mengisolasi subjek Anda (terutama efektif ketika mengambil potret).



4. Aperture minimum kecil juga merupakan hal yang baik. Hal ini memungkinkan anda untuk menggunakan kecepatan rana yang lambat pada hari cerah. Kecepatan rana lambat memungkinkan gambar menjadi kabur.  Keuntungan lain dari aperture minimum kecil adalah untuk meningkatkan pandangan / DOF (depth-of-field) yang lebih luas Peningkatan pandangan memungkinkan anda untuk mengambil gambar pemandangan dimana banyak gambar di latar depan dan mencapai semua jalan ke latar belakang (biasanya, 'tak terhingga') adalah dalam fokus yang sama dan tajam.


Jadi, 
  • Pilih aperture besar (atau kecil f / nilai atau nilai aperture kecil), misalnya f/2.8, untuk mendapatkan DOF (depth-of-field) yang sempit
  • Pilih aperture kecil (atau besar f / nilai atau nilai aperture besar), misalnya f/8.0, untuk mencapai DOF besar
Berikut adalah contoh tabel dimana kedua exposure bekerja (aperture dan kecepatan rana)
F1.8 F2.8 F4 F5.6 F8 F11 F16
1/250 1/125 1/60 1/30 1/15 1/8 1/4


Aperture dan Depth of Field (DOF)
AF pada putik bunga kuning di depan
DOF Sempit DOF Lebar 
Perhatikan bagaimana penggunaan aperture yang besar (nilai aperture kecil) melemparkan bunga-bunga di latar belakang tak fokus. Fokus harus tepat. Menggunakan aperture kecil (nilai aperture besar) memperpanjang DOF dari latar depan sampai ke latar belakang.
49.8 mm, Av, Spot, 1/30 detik., f/3.5 , +0.7EV, Macro, Menggunakan tripod 49.6mm, Av, Spot, 1/5 detik., f/11 , +0.7EV, Macro, Menggunakan tripod




reperensi by http://digifotografi.wordpress.com/ dan http://j4sharing.blogspot.com/
SETELAH MEMBACA JANGAN LUPA KOMENYA GAN MINIMAL TINGGAL KAN JEJAK...SALAM BLOGER..

<-------------------------------------------------------------------------->